UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO

BIRO ADMINISTRASI UMUM

TAHUN 2016

 

 

Standar Operasional dan Prosedur

Pemeliharaan & Perawatan Sarana Prasarana

 

Operasi

Operasi sarana dan prasarana  UMSIDA adalah kegiatan menggunakan atau memanfaatkan sarana dan prasarana  dalam menjalankan tugas dan pekerjaan di lingkungan UMSIDA. Operasi sarana dan prasarana berarti menggunakan secara permanen atau menggunakan untuk sementara waktu melalui peminjaman.

 

  1.   Prosedur Penggunaan Ruang, Alat dan Perlengkapan

Penggunaan ruang secara permanen terlebih dahulu harus mendapatkan izin resmi dari Rektor melalui Wakil Rektor II. Penggunaan secara permanen artinya memanfaatkan ruangan untuk kegiatan akademik maupun untuk non akademik di lingkungan UMSIDA. Pemanfaatan ruang secara permanen umpama penggunaan ruang kelas untuk perkuliahan, laboratorium, kantor dan lain-lain di sebuah Fakultas/Jurusan/Prodi atau unit kerja tertentu.

Penggunaan alat dan perlengkapan media perkuliahan dan kegiatan lainnya perlu mendapat izin resmi dan memenuhi prosedur pengajuan. Alat dan perlengkapan dimaksud adalah yang ditempatkan di dalam ruang antara lain meja, kursi, papan tulis, lemari, alat dan perlengkapan elektronik, serta alat dan perlengkapan lainnya yang ada atau diadakan untuk ditempatkan di ruang.

Alat dan perlengkapan dapat diajukan untuk digunakan dalam kegiatan pengajaran atau kegiatan lainnya.

Gambar 1.1 mencerminkan alur proses pengajuan izin penggunaan ruang atau bangunan, alat dan perlengkapan yang ada di UMSIDA. Tahap-tahap pengajuan meliputi:

  1. Pengajuan permohonan kebutuhan penggunaan ruangan, alat dan perlengkapan secara permanen kepada BAU untuk kepentingan pekerjaan ruang/tempat dari unit kerja/fakultas/ jurusan/ prodi.
  2. Ka BAU menerima surat permohonan pemakaian ruang/tempat, alat dan perlengkapan.
  3. Memeriksa ketersediaan ruang, alat dan perlengkapan yang ada. Pengkajian bentuk dan jenis kegiatan, disetujuii /tidak disetujui untuk penggunaan ruangan, alat dan perlengkapan bersangkutan.
  4. Pemberian jawaban sesegera mungkin jika tidak disetujui dan proses selesai.
  5. Jika permohonan disetujui, maka BAU menerbitkan surat persetujuan penggunaan dan menembuskan surat ke Rektor melalui Wakil Rektor II.
  6. Pelaksanaan penggunaan ruang, alat dan perlengkapan.

2     Pemakaian Kendaraan

Pemakaian kendaraan milik UMSIDA karyawan untuk kepentingan pribadi diatur secara prosedural. Kendaraan yang dimaksud dalam hal ini adalah Suzuki APV, Bis Biru dan Bis Kuning.

Tahap-tahap yang harus ditempuh sebagai berikut:

1.Pengajuan permohonan peminjaman kendaraan pada Ka BAU melalui bagian transaprasortasi.

2.Ka BAU melalui bagian transportasi menerima surat permohonan pemakaian kendaraan.

3.Bagian transportasi memeriksa ketersediaan kendaraan.

4.Pemberian jawaban jika tidak disetujui dan proses selesai.

5.Jika peminjaman disetujui, pemohon dapat menggunakan kendaraan bersangkutan.

6.Penggunaan kendaraan sesuai masa peminjaman.

7.Kerusakan mesin, interior, dan eksterior menjadi tanggungjawab pemakai jika untuk keperluan pribadi. Pengembalian kendaraan harus sesuai dengan kondisi kendaraan semula.